Diduga Lokasi KKN Desa Penari! 6 Desa Hutan Angker ini Pun Viral

0
113
Diduga Lokasi KKN Desa Penari! 6 Desa Hutan Angker ini Pun Viral

Lokasi Dugaan Program Layanan Masyarakat Desa Penari! 6 dari Viral Desa Hutan Awful ini – Belum lama ini, dunia maya Indonesia dikejutkan oleh kisah horor yang viral melalui akun media sosial. Kisah mistis ini mengangkat kisah nyata yang dialami oleh 6 siswa KKN di lokasi berhantu yang disebut "Desa Penari". Tentu saja nama desa ini bukan yang sebenarnya, tetapi yang disamarkan. Bahkan nama universitas asal mereka dipelajari sehingga nama-nama aktor dalam cerita ini disamarkan. Tentu saja karena alasan keamanan dan nama baik.

The Centre Hotel

Meski semua menyamar, namun nama netizen Indonesia pasti mencari di mana lokasi sebenarnya dalam cerita. Selain penasaran, ternyata penulis cerita ini, akun Twitter @ Twitter SimpleM81378523 juga telah memberikan petunjuk dan inisial lokasi KKN yang angker ini. Itulah sebabnya pada kesempatan ini kami akan memberi tahu Anda tentang 6 Desa Sakral dan Hutan Awful yang diduga merupakan lokasi KKN desa Penari. Mari lihat lebih lanjut!

6 Desa Suci dan Hutan Hantu Dugaan Lokasi Program Layanan Masyarakat Desa Penari

Pertama; Desa Wonorejo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi

Lokasi Dusun Wonorejo berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat Kota Blambangan. Lokasinya tepat di lereng Gunung Raung, berbatasan dengan Kabupaten Jember. Desa ini terletak di dalam perkebunan PTPN XII Jatirono. Jika dalam aplikasi GPS, dusun ini tidak terdeteksi. Jalan menuju Dusun Wonorejo adalah tanah berbatu. Untuk sampai ke desa, Anda harus melalui jalan akses ke kanan yang merupakan perkebunan kakao dan tebu. Lalu ada tebing di bawahnya yang membentang sawah yang indah.

Menurut warga, tidak ada yang mistis dan aneh di desanya. Namun netizen masih curiga bahwa dusun ini adalah lokasi KKN desa Penari. Bukti yang menguatkan adalah keberadaan air terjun. Penduduk di sekitar nama air terjun kembar Tirto Kemanten karena ada dua aliran air yang sekilas mirip pengantin berjejer. Daya tarik air terjun ini terletak pada keindahannya, bangunannya cukup sederhana, dengan pemandangan alam yang sejuk dan tenang. Menurut salah satu pos jaga, kata air terjun itu ditemukan oleh Mbah Citro Wardoyo yang menjadikan tempat ini sebagai level terakhir dari tujuh air terjun di lereng Gunung Raung di jalur Kalibaru.

Kedua; Alas Purwo Banyuwangi

Alas Purwo terletak di Kabupaten Tegaldlimo dan Kabupaten Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hutan ini terletak di ujung timur Pulau Jawa, seluas 43.420 Ha. Beberapa situs menulis bahwa jika sekali hilang di dalamnya, maka dijamin tidak akan pernah bisa keluar lagi. Jika berhasil, maka hidupnya akan penuh dengan nasib buruk. Dari pertama kali Anda menjejakkan kaki di Alas Purwo, selain terpesona oleh keindahannya, Anda juga akan merasakan kengerian yang datang entah dari mana.

Menurut kesaksian warga setempat, juga dikonfirmasi oleh pengakuan mereka yang sering mengunjungi Alas Purwo ternyata menjadi tempat berkumpulnya jin dan arwah di seluruh Pulau Jawa. Faktanya, banyak & # 39; orang pintar & # 39; mengakui bahwa Alas Purwo berbahaya. Jika Anda merasa tidak nyaman dan menyinggung penghuni Alas Purwo, Anda mungkin disesatkan hingga Anda tidak bisa kembali.

Ketiga; Desa Rowo Bayu, Desa Bayu, Banyuwangi

Rowo Bayu di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi menjadi viral karena dikaitkan dengan kisah horor & # 39; KKN di Desa Penari & # 39 ;. Danau ini bersembunyi di balik hutan lebat di kaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi. Masyarakat setempat lebih sering menyebutnya Rowo Bayu. Rowo dalam bahasa Indonesia adalah Rawa, sedangkan Bayu berarti angin. Danau itu memang sebuah misteri, tetapi bukan cerita horor siswa, tetapi sepotong sejarah Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa.

Tempat ini diyakini sebagai tempat favorit Prabu Tawang Alun untuk memerintah Kerajaan Blambangan untuk seberapa banyak dan meditasi. Lokasi meditasi Raja berada di sudut kanan utara danau. Lokasi sekarang dibangun seperti kuil, menutupi batu yang dicetak oleh jejak kaki Raja Tawang Alun selama meditasi. Danau ini sangat subur dan menyejukkan. Apalagi ditambah dengan derasnya air dari tiga mata air di sekitar lokasi bangunan meditasi. Yaitu Sumber Daya Kamulyan, Sumber Rahayu dan Sumber Daya Panguripan.

Keempat; Desa Kemiren Banyuwangi

Kemiren adalah nama desa di wilayah Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa Kemiren adalah desa wisata, di desa ini terdapat desa asli orang Osing. Beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi adalah Makam buyut Chili, Desa Wisata Osing dan tempat minum kopi di Studio Arjah Arum. Di desa ini ada upacara tradisional yang disebut "EARTH IDER".

Upacara ini dimaksudkan untuk menghormati dan menghormati penduduk desa Kemiren, yaitu "Barong Tuwek dan Buyut Cili" yang sangat dihormati karena mereka memiliki kisah yang sangat sakral. Kakek buyut Chili memiliki petilasan sebagai bentuk pengingat kepada publik bahwa kakek buyut Chili benar-benar ada. Perayaan mitos ider di bumi diyakini oleh masyarakat Desa Kemiren dan menjadi upacara tahunan yang diadakan setiap dua hari libur Muslim.

Penampilan mitis dalam upacara ider bumi tidak hanya bentuk cerita tentang kakek buyut Chili dan Barong Tuwek, tetapi bentuk mitos dalam prosesi ritual dan doa. Mitos yang ada pada kakek buyut Chili, ada yang mendukung mitos dalam bentuk batu di petilasan. Batu itu menunjukkan bahwa ada raja-raja kuno nusantara yang singgah di Desa Kemiren. Batu-batu di piramida adalah media pendukung untuk upacara ider earth.

Kelima; Desa Widuri, Hutan Dadapan, Bondowoso

Desa Desa Dadapan terletak di sebuah lorong kecil yang terhubung satu sama lain. Namun selain itu, ada jalan yang cukup besar yang digunakan untuk menuju Desa Pondoknongko dan Desa Sukojati. Selain itu, di perbatasan menuju Desa Kedayunan ada banyak perumahan dan tempat istirahat yang disebut Istana Gandrung.

Tetapi Hutan Dadapan terletak di daerah Bondowoso yang bukan Banyuwangi, membuat prediksi ini agak melenceng. Ini karena beberapa kisah di utas lebih diarahkan ke Banyuwangi, bukan Bondowoso.

Keenam; Desa Bakungan / Olehsari Glagah

Komunitas Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memiliki upacara pembaruan sakral, yang disebut Tari Seblang. Komunitas Using sebagai suku asli Kabupaten Banyuwangi meyakini Seblang adalah singkatan dari "Sebele Ilang" atau "sayangnya hilang". Selain di Desa Bakungan, tarian Seblang juga dipertunjukkan di Desa By Sari yang juga berada di wilayah Kabupaten Glagah.

Perbedaannya adalah waktu eksekusi dan tariannya. Tarian Seblang di Desa Oleh Sari dilakukan oleh para wanita muda dan diadakan selama 7 hari berturut-turut setelah liburan Idul Fitri. Sementara di Desa Bakungan, ritual Tari Seblang diadakan satu minggu setelah Idul Adha dan dilakukan oleh penari yang sudah tua dan tampil sepanjang malam di Balai Desa Bakungan.

Saya tidak tahu, ini benar atau salah, tentu semua ini hanya prediksi yang tidak perlu dipercaya. Appaun itu, kita masih harus mengambil sisi positif dari cerita ini. Di mana Bumi Dibumi, langit ditahan di sana. Jadi, tetap junjung tinggi hormat dan hormat di setiap tempat yang kita kunjungi.

Demikian semoga bermanfaat. BAROKALLAH.

sayang mustika

4 total dilihat, 4 dilihat hari ini

Pos Diduga Lokasi Program Pengabdian Desa Desa Penari! 6 Desa Hutan Awful ini adalah Viral yang ditunjukkan sebelumnya di Majalah Parapsikologi Online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here